Mitos dan fakta seputar perawatan gupi hias memang sering kali membingungkan para pemiliknya. Banyak informasi yang beredar di masyarakat, namun tidak semuanya dapat dipercaya begitu saja. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui mitos dan fakta seputar perawatan gupi hias yang sebenarnya.
Salah satu mitos yang sering kita dengar adalah bahwa gupi hias bisa hidup dalam air yang kotor. Namun, fakta sebenarnya adalah gupi hias adalah ikan yang sangat peka terhadap kondisi air. Menurut Dr. Jennifer Coates, seorang dokter hewan, “Gupi hias membutuhkan air yang bersih dan sehat untuk tetap sehat dan bahagia. Air yang kotor dapat menyebabkan stres pada gupi hias dan menyebabkan penyakit.”
Mitos lain yang perlu dipecahkan adalah bahwa gupi hias hanya perlu diberi makan sekali sehari. Menurut Dr. Jessica Vogelsang, seorang ahli hewan peliharaan, “Gupi hias sebenarnya membutuhkan makanan kecil dan sering. Memberi makan gupi hias sekali sehari dapat menyebabkan mereka kelaparan dan kurang gizi.”
Selain itu, banyak yang percaya bahwa gupi hias hanya bisa hidup sendirian dalam akuarium. Namun, fakta sebenarnya adalah gupi hias adalah ikan yang sosial dan sebaiknya dipelihara dalam kelompok. Menurut Dr. Karen Becker, seorang dokter hewan terkenal, “Gupi hias akan lebih bahagia dan sehat jika dipelihara bersama teman sejenisnya dalam akuarium yang cukup besar.”
Tak hanya itu, mitos tentang perawatan gupi hias juga seringkali berkaitan dengan ukuran akuarium yang dibutuhkan. Banyak yang percaya bahwa gupi hias bisa hidup bahagia dalam akuarium kecil. Namun, fakta sebenarnya adalah gupi hias membutuhkan ruang yang cukup untuk berenang dan bergerak bebas. Dr. Coates menyarankan, “Akuarium yang ideal untuk gupi hias adalah yang memiliki volume minimal 5 liter per ikan.”
Dengan mengetahui mitos dan fakta seputar perawatan gupi hias, kita sebagai pemilik dapat memberikan perawatan terbaik bagi ikan peliharaan kita. Jadi, jangan percaya begitu saja pada informasi yang beredar di masyarakat tanpa melakukan penelitian lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pecinta gupi hias di luar sana.